2026.04.22 Shopee Singapura Terapkan Aturan Baru untuk Kategori Kesehatan: Produk Tanpa Bukti Keaslian Dilarang Dijual

Shopee Singapura Terapkan Aturan Baru untuk Kategori Kesehatan: Produk Tanpa Bukti Keaslian Dilarang Dijual
Shopee Singapura mengumumkan bahwa mulai 27 April 2026, produk baru di kategori Kesehatan - Perawatan Pribadi, Perlengkapan Medis, dan kategori kesehatan lainnya di toko lintas batas harus menyerahkan bukti keaslian produk yang valid dan lolos audit kualifikasi sebelum dapat dijual. Platform akan terus memantau produk yang dijual dan meminta penjual untuk secara proaktif memeriksa kepatuhan. Langkah ini bertujuan untuk menjamin keamanan transaksi serta meningkatkan kualitas produk dan kepercayaan konsumen. Bagi penjual cross-border, ini berarti perlu mempersiapkan dokumen autentikasi produk terkait lebih awal untuk menghindari penundaan atau pemblokiran listingan.
Perusahaan Transportasi Online Vietnam GSM Berencana IPO pada 2028
Pada 22 April, Pham Nhat Vuong, Pendiri dan Ketua Grup Vingroup, mengungkapkan bahwa perusahaan transportasi online Vietnam, Green & Smart Mobility (GSM), berencana melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) pada paruh kedua tahun 2028. Persiapan pra-IPO GSM akan dimulai dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Pham Nhat Vuong memegang 95% saham GSM. Meski bukan langsung terkait e-commerce, perkembangan perusahaan teknologi unicorn Vietnam ini mencerminkan dinamika dan potensi pasar digital di kawasan, yang dapat memengaruhi lanskap ekosistem bisnis online secara lebih luas.
Vietnam Rencanakan Aturan Baru untuk Atasi Kekacauan Klasifikasi Barang Perdagangan Luar Negeri
Kementerian Keuangan Vietnam baru-baru ini mengajukan draf pemberitahuan yang rencananya diterbitkan Juni 2026 dan efektif per 1 September 2026. Aturan baru ini bertujuan menyelesaikan masalah "area abu-abu" dalam klasifikasi barang oleh perusahaan perdagangan luar negeri. Sistem baru akan mengubah penentuan kode HS dari pemahaman mandiri yang ambigu menjadi proses terstruktur berdasarkan aturan hukum yang jelas dan interpretasi yang seragam. Hal ini diharapkan dapat mengatasi masalah seperti beban pajak yang tidak terkendali dan inefisiensi clearance bea cukai, memperkuat transparansi aturan, serta membantu perusahaan mengontrol biaya dan mencegah risiko. Ini merupakan langkah penting Vietnam dalam membangun sistem pengawasan perdagangan yang terdigitalisasi dan terstandarisasi.
GMV E-commerce Indonesia 2025 Melambat, Tetap Peringkat Pertama di Asia Tenggara
Pada tahun 2025, GMV e-commerce Indonesia mencapai USD 57.7 miliar, hanya tumbuh 2.2% year-on-year, jauh lebih rendah dari pertumbuhan Thailand dan Malaysia yang melebihi 47%. Kementerian Perdagangan Indonesia menyatakan bahwa perlambatan pertumbuhan tidak mencerminkan penurunan transaksi UMKM, tetapi terutama disebabkan oleh penyesuaian strategi platform serta penurunan volume transaksi di Shopee dan TikTok Shop. Shopee memimpin dengan pangsa pasar 54%. Indonesia tetap menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dengan konsumsi yang semakin bertransisi ke model omnichannel.