4 Tahap Penting untuk Toko Shopee Sukses

Satu hal yang saya perhatikan dari bekerja dengan banyak penjual Shopee adalah, banyak dari mereka memulai toko tanpa rencana yang matang. Mereka percaya bahwa hanya dengan mengunggah produk, lambat laun penjualan akan datang dengan sendirinya. Namun, mengelola toko Shopee bukan sekadar mendaftarkan barang—ini adalah proses jangka panjang yang membutuhkan struktur, logika, dan kesabaran.

Bayangkan mengembangkan bisnis Shopee Anda seperti menanam pohon. Anda akan melalui empat tahap penting: menanam benih, menumbuhkan akar, bertumbuh, dan berdiri kokoh. Setiap fase memerlukan strategi yang berbeda. Melewatkan salah satunya, dan toko Anda mungkin akan kesulitan bertahan.

Dalam tulisan ini, saya akan memandu Anda melalui keempat tahap ini—dari nol pesanan hingga keuntungan yang stabil—sehingga Anda bisa memahami dengan jelas apa yang harus dilakukan di setiap langkah sebagai penjual Shopee.

1 Tahap 1: Menembus Hambatan Pesanan Pertama

Saat Anda meluncurkan toko Shopee baru, tantangan terbesarnya hampir selalu sama: tidak ada lalu lintas, tidak ada pesanan.

Pada titik ini, prioritas utama Anda bukanlah branding atau iklan yang mewah—melainkan mencari tahu bagaimana cara menjual produk pertama Anda. Baik Anda menjual kembali barang trending atau mempromosikan produk sendiri, tanyakan pada diri sendiri: "Apakah produk ini benar-benar bisa laku?"

Satu keluhan umum di antara penjual Shopee adalah melihat orang lain sukses menjual barang yang sama, sementara listing Anda sepi pembeli. Alasannya sederhana: listing baru di Shopee belum memiliki visibilitas atau kekuatan peringkat—mirip seperti membuka kedai kopi baru di seberang kedai favorit yang sudah lama berdiri.

Jadi, bagaimana mengubahnya?

Mulailah dengan mengoptimalkan halaman produk Anda:

  • Gunakan gambar dan video yang jelas serta berkualitas tinggi.
  • Buat deskripsi informatif dan mudah dipindai.
  • Sorot nilai jual Anda dalam beberapa detik pertama.

Kemudian, pilih 1–3 produk fokus dan cari pesaing terlaris mereka. Setelah mengidentifikasi pemimpin pasar, harga produk Anda sekitar setengah dari harga mereka untuk waktu terbatas. Ini memberi Anda keunggulan kuat untuk menarik gelombang pembeli pertama.

Mengapa mengambil pendekatan yang agresif seperti ini? Mari kembali ke contoh kedai kopi. Saat pertama kali buka, orang belum mempercayai Anda. Anda perlu membuat mereka masuk—mungkin dengan menawarkan promo "beli satu gratis satu" atau membagikan kupon. Begitu mereka mencoba kopi Anda dan menyukainya, mereka akan kembali.

Logika yang sama berlaku untuk toko Shopee Anda. Saat ini Anda tidak berusaha mencari untung—Anda berusaha mendapatkan visibilitas dan kepercayaan. Tetapkan rencana yang jelas untuk tahap ini:

  • Berapa unit yang bersedia Anda jual dengan rugi?
  • Berapa lama promosi Anda akan berlangsung?
  • Target lalu lintas atau konversi apa yang ingin Anda capai?

Misalnya, jika Anda berencana menjual 1.000 unit dan rugi $0.10 per item, itu adalah biaya pemasaran $100. Setelah mencapai target itu, hentikan diskon. Kuncinya adalah strategis, bukan sembrono.

2 Tahap 2: Membangun Momentum Penjualan

Setelah Anda mendapatkan beberapa penjualan dan ulasan pertama, tujuan berikutnya adalah membangun volume penjualan yang konsisten. Pada fase ini, toko Anda harus menargetkan 50–100 penjualan per produk kunci dalam 30–45 hari.

Pada titik ini, listing Anda sudah memiliki kredibilitas berkat umpan balik pembeli sebelumnya. Fokus sekarang adalah menjual tanpa merugi, meski keuntungan masih tipis.

Mengapa tahap ini sangat penting bagi penjual Shopee? Karena platform Shopee menjalankan semacam "masa percobaan" untuk toko baru—kira-kira tiga bulan pertama. Selama waktu ini, Shopee mengevaluasi kinerja Anda. Jika Anda bisa menghasilkan penjualan konsisten sejak dini, platform akan mengakui toko Anda sebagai prospektif dan memberi imbalan berupa lebih banyak lalu lintas organik dan peluang peringkat yang lebih baik.

Bayangkan seperti bergabung dengan perusahaan sebagai karyawan baru. Jika Anda berkinerja baik di beberapa bulan pertama, manajer akan memperhatikan dan mempromosikan Anda. Shopee melakukan hal serupa—memberi Anda lebih banyak visibilitas dan peluang ikut acara.

Tip Profesional

Jangan langsung memotong harga produk agar terlihat lebih murah. Sebagai gantinya, gunakan kupon diskon atau voucher. Ini menjaga harga asli produk tetap utuh sambil memberi pelanggan penawaran. Ini juga mencegah sistem Shopee secara permanen menurunkan harga dasar Anda, yang bisa menyulitkan kampanye di masa depan untuk bersaing harga.

3 Tahap 3: Mengubah Penjualan Menjadi Keuntungan

Setelah melewati dua tahap pertama dan membangun beberapa listing dengan lebih dari 100 pesanan, toko Anda kini memiliki otoritas dan stabilitas. Inilah waktunya mengubah pola pikir—dari "mendapatkan penjualan" menjadi "mendapatkan keuntungan."

Pada titik ini, tujuan Anda adalah meningkatkan volume pesanan dan margin keuntungan secara bersamaan. Anda bisa menghentikan strategi harga ultra-rendah dan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan.

Ini cara yang biasanya dilakukan penjual Shopee sukses:

  • Tetapkan harga yang wajar dan kompetitif berdasarkan biaya dan tolok ukur pasar.
  • Buat penawaran bundel atau upsell seperti "Beli 2, diskon 15%" atau "Beli set hemat 20%".
  • Jalankan promosi storewide untuk meningkatkan nilai pesanan rata-rata.

Anda juga bisa menggabungkan produk pendongkrak lalu lintas, produk reguler, dan produk terlaris. Produk berharga rendah menarik pengunjung, sementara produk ber-margin tinggi menghasilkan keuntungan. Investasikan iklan berbayar untuk produk-produk unggulan yang sudah terbukti untuk meningkatkan jangkauan organiknya—tapi selalu jaga biaya iklan di bawah 10% dari total pendapatan untuk melindungi margin Anda.

Pada tahap ini, Anda juga harus mulai menyempurnakan strategi pemilihan produk. Gunakan alat seperti Shopdora, alat analitik data dan riset produk yang dibuat untuk penjual Shopee, untuk mengidentifikasi jenis barang apa yang berkinerja baik di pasar Anda. Ini membantu Anda memilih produk baru yang belum terjamah alih-alih meniru pesaing—memungkinkan Anda tetap unggul dengan margin yang lebih baik.

4 Tahap 4: Mempertahankan Posisi Pasar Anda

Jika tiga tahap pertama adalah tentang bertahan hidup dan tumbuh, tahap akhir ini adalah tentang stabilitas dan pertahanan. Begitu toko Shopee Anda mencapai skala yang solid—dengan beberapa produk peringkat teratas—sangat mudah untuk menjadi puas diri. Tapi justru di situlah pesaing mulai mengejar, menggunakan strategi Anda sendiri melawan Anda.

Tujuannya sekarang adalah membangun parit kompetitif jangka panjang yang melindungi bisnis Anda.

Ini yang dilakukan penjual Shopee berpengalaman:

  1. Bangun identitas merek Anda.
    Investasikan pada kemasan yang lebih baik, buat logo yang mudah diingat, dan bagikan cerita merek Anda. Ketika pembeli memandang toko Anda sebagai sebuah merek dan bukan sekadar penjual, Anda mendapatkan kekuatan penetapan harga dan loyalitas pelanggan.
  2. Bedakan produk Anda.
    Jika kategori Anda menjadi ramai dan perang harga dimulai, berinovasi. Tingkatkan bahan, tambahkan fitur baru, atau ajukan paten desain untuk mencegah peniruan mudah.
  3. Negosiasikan dengan pemasok.
    Seiring volume pesanan Anda tumbuh, perkuat hubungan dengan produsen. Menurunkan biaya pengadaan memberi Anda lebih banyak fleksibilitas dalam harga dan margin keuntungan yang lebih tinggi.
  4. Lokalisasi bisnis Anda.
    Banyak penjual Shopee tingkat lanjut akhirnya beralih dari pengiriman lintas batas ke pergudangan lokal. Pengiriman dari dalam negara tujuan mengurangi biaya logistik dan waktu pengiriman—dan pelanggan cenderung lebih memilih penjual lokal. Ditambah, Shopee memberi lebih banyak visibilitas dan peluang acara ke toko lokal, menjadikan ini langkah kunci untuk pertumbuhan jangka panjang.

Kesimpulan Perjalanan

Penjual Shopee yang sukses tidak hanya "beruntung". Setiap toko yang berkembang pesat melewati empat tahap penting ini:

  1. Menembus pesanan nol dengan penetapan harga agresif dan pemasaran kuat.
  2. Membangun momentum melalui penjualan konsisten dan pemberian kupon yang cerdas.
  3. Mencapai profitabilitas dengan menyeimbangkan pendapatan dan biaya.
  4. Mempertahankan pertumbuhan melalui branding, inovasi, dan lokalisasi.

Setiap tahap dibangun di atas tahap sebelumnya—dari bertahan hidup menjadi stabil, dari visibilitas menjadi profitabilitas.

Jika Anda tetap disiplin, merencanakan setiap fase secara strategis, dan memanfaatkan alat data seperti Shopdora untuk memandu keputusan produk dan harga Anda, Anda tidak hanya akan bertahan, tetapi benar-benar berkembang sebagai penjual Shopee.

Shopdora
Alat Analitik Shopee Terbaik

Coba Gratis
Advertisement