2026.04.13 Pasar E-commerce India Tumbuh 25% pada Kuartal I 2026

Pasar E-commerce India Tumbuh 25% pada Kuartal I 2026
Pasar e-commerce India menunjukkan pertumbuhan yang kuat sebesar 25% secara tahunan pada kuartal pertama 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh perbaikan kondisi makroekonomi, dukungan kebijakan pemerintah, dan peningkatan kepercayaan konsumen. Pada tahun 2025, penjualan e-commerce tumbuh 19%-21%, dengan percepatan menjadi 22%-24% di paruh kedua tahun, dan GMV melampaui USD 65 miliar. Pengguna baru banyak berasal dari Gen Z, kota-kota kecil, dan keluarga berpenghasilan menengah, dengan promosi hari raya menyumbang seperempat dari total pengguna baru tahunan. Reformasi pajak barang (pemotongan pajak untuk barang di bawah 2500 Rupee) secara langsung merangsang pemulihan konsumsi. Quick-commerce menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat, dengan GMV mencapai USD 10-11 miliar pada 2025 (16%-17% dari total), didukung kepadatan penduduk, struktur biaya rendah, dan penetrasi belanja online bahan pangan yang masih rendah. Platform seperti Amazon dan Flipkart mempercepat layanan pengiriman instan mereka, dengan lebih dari 7000 pusat distribusi mencakup lebih dari 200 kota.
Indonesia Rencanakan Aturan Pemotongan Pajak E-commerce Baru: Platform Bayar Pajak Penghasilan 0.5% untuk Keadilan
Pemerintah Indonesia berencana menyesuaikan mekanisme perpajakan e-commerce dengan mewajibkan platform seperti Shopee dan Tokopedia untuk memotong pajak penghasilan penjual sebesar 0.5%. Kebijakan baru ini tidak menambah beban pajak bagi penjual yang sudah patuh, hanya mengubah cara pemungutan menjadi pembayaran terpusat oleh platform. Para ahli menilai kebijakan ini bertujuan mengatasi rendahnya tingkat kepatuhan pajak pelaku e-commerce, memperluas basis pajak, dan mendorong persaingan usaha yang adil antara bisnis online dan offline. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengumpulan pajak dari sektor digital yang terus berkembang pesat.
Honasa Consumer Catat Pertumbuhan Pendapatan Kuartal IV Lebih dari 20%
Perusahaan barang konsumen India, Honasa Consumer (induk dari Mamaearth), diperkirakan mencatatkan pertumbuhan pendapatan lebih dari 20% pada kuartal keempat tahun fiskal ini. Merek andalan Mamaearth tumbuh 10%-20%, sementara merek baru seperti The Derma Co tumbuh lebih cepat di kisaran 20%-30%. Pendorong pertumbuhan termasuk reformasi distribusi offline "Project Neev" (lebih dari 80% dikonversi ke model operasi langsung), kontribusi saluran ritel instan sebesar 10% dari pendapatan (dengan efisiensi biaya lebih baik daripada e-commerce), serta akuisisi aset merek perawatan pribadi pria dari BTM Ventures. Meski penyesuaian akuntansi mempengaruhi laju pertumbuhan pendapatan yang dilaporkan, profitabilitas diperkirakan tetap stabil. Namun, perusahaan perlu mewaspadai potensi dampak risiko geopolitik terhadap biaya.
Vietnam Perketat Pemberantasan Barang Mewah Palsu, Tujuh Pedagang Didenda Lebih dari 2 Miliar VND
Berdasarkan laporan media Vietnam, Departemen Pengelolaan Pasar di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Da Nang baru-baru ini menjatuhkan denda total lebih dari 2,15 miliar VND kepada tujuh pedagang yang menjual barang bermerek mewah palsu. Tindakan ini berasal dari pemeriksaan mendadak awal April, di mana petugas menyita 295 tas tangan diduga palsu dari merek Gucci, Chanel, Hermès, Fendi, serta 27 sepatu olahraga Nike, dengan total nilai barang hampir 1,78 miliar VND. Karena tidak memiliki faktur dan dokumen resmi, pedagang terkait dinyatakan melanggar hak cipta. Selain denda, otoritas juga memerintahkan pedagang untuk menghancurkan semua barang yang disita sesuai peraturan. Operasi ini merupakan bagian dari fase pengawasan pasar menjelang Festival Kembang Api Internasional Da Nang 2026. Otoritas menyatakan akan terus memperkuat pemeriksaan di area wisata, jalan komersial, dan pusat perbelanjaan, serta meningkatkan kesadaran hukum perusahaan dan membimbing konsumen untuk mengidentifikasi barang palsu. Kasus dengan pelanggaran berulang atau indikasi tindak pidana akan diserahkan ke lembaga penyelidikan.