2026.05.25 XPeng Akuisisi 90,1% Saham Pabrik Mobil Listrik Indonesia, Percepat Strategi Lokalisasi di Asia Tenggara

XPeng Resmi Akuisisi 90,1% Saham Pabrik Mobil Listrik di Indonesia
Berdasarkan dokumen yang diungkapkan Bursa Efek Indonesia (IDX) pada 22 Mei, produsen mobil listrik asal China, XPeng, telah resmi mengakuisisi 90,1% saham entitas manufaktur EIDO milik PT Sinar Eka Selaras Tbk. Transaksi yang berlaku sejak 13 Mei ini menggunakan XPeng International Holding (Hong Kong) sebagai entitas pengakuisisi sebanyak 154.072 saham. Akuisisi ini menandai peralihan XPeng dari model produksi OEM (Original Equipment Manufacturer) ke operasi aset berat yang terlokalisasi di Asia Tenggara. Inti aset yang diakuisisi adalah pabrik perakitan EIDO di Purakata, Jawa Barat—pabrik luar negeri pertama XPeng yang menggunakan model CKD (Completely Knocked Down).
India Genjot Ekspor, Kurangi Ketergantungan Impor
Menteri Perdagangan dan Industri India, Piyush Goyal, menyatakan bahwa pembangunan ekonomi nasional akan difokuskan pada perluasan skala ekspor. Di sisi kebijakan, pemerintah mengambil berbagai langkah untuk mengurangi permintaan pembelian barang luar negeri dan menekan ketergantungan pada sumber impor. India berencana mengoptimalkan struktur perdagangan luar negerinya guna mendorong perkembangan industri dalam negeri, meningkatkan daya saing produk di pasar internasional, serta secara bertahap memperbaiki neraca ekspor-impor. Langkah ini diambil untuk memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Produksi Mobil Thailand April Capai Titik Terendah Lima Tahun
Akibat situasi geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga energi, produksi mobil Thailand pada April 2026 hanya mencapai 103.794 unit, turun tipis 0,44% dari tahun lalu dan menembus titik terendah dalam lima tahun. Ekspor bulanan tercatat 60.190 unit, turun 8,43%, sementara penjualan domestik mencapai 48.394 unit, naik tipis 2,54%. Thailand merupakan pusat produksi otomotif utama di Asia Tenggara. Lembaga memperkirakan produksi tahun ini akan naik menjadi 1,5 juta unit, meningkat 3% dari tahun sebelumnya.
Pasar E-Commerce Asia Tenggara Diproyeksikan Capai US$289,8 Miliar pada 2029
Laporan IDC menunjukkan bahwa pasar e-commerce Asia Tenggara diperkirakan mencapai US$289,8 miliar pada 2029, dengan pertumbuhan tahunan rata-rata 13,2% dalam lima tahun—tertinggi kedua di dunia. Pangsa pembayaran digital diproyeksikan naik menjadi 97%, dengan pertumbuhan signifikan pada pembayaran lokal, dompet digital, dan layanan buy now, pay later (BNPL). UKM menguasai lebih dari setengah pasar, dengan lebih dari 60% merchant melakukan penjualan online dan 75% berencana memperluas bisnis lintas batas. Ekspansi global akan semakin mendorong pendapatan e-commerce kawasan ini.