2026.07.24 Shopee Umumkan Penutupan Bergilir Layanan N-Day Paruh Kedua 2026

Shopee Umumkan Penutupan Bergilir Layanan N-Day Paruh Kedua 2026
Shopee baru saja merilis pemberitahuan terkait penutupan sementara jalur SLS-N Day (pengiriman cepat internasional) untuk paruh kedua tahun 2026. Dipengaruhi oleh hari libur lokal di China dan Asia Tenggara serta force majeure, layanan N-Day di Filipina, Thailand, dan Vietnam akan ditutup secara bergilir berdasarkan pembagian kota. Di Filipina, layanan 5-7 hari dibagi menurut Zona B/C/D; Thailand mencakup 12 wilayah inti seperti Nakhon Pathom, Samut Songkhram, dan Ayutthaya; Vietnam membedakan layanan 4 hari (Ho Chi Minh, Hanoi, Da Nang) dan 5 hari (Hai Phong, Hue, Can Tho serta 19 provinsi). Platform memastikan pesanan yang sudah dibuat sebelum penutupan jalur akan tetap dikirim. Jika toko atau produk seller hanya terikat dengan N-Day, sistem akan otomatis beralih ke jalur SLS lain agar penjualan tidak terputus.
TikTok Shop Asia Tenggara: Subsidi Ongkir & Klaim Non-Kesalahan Seller Dibayar 3 Hari Setelah Pesanan Selesai
TikTok Shop Asia Tenggara mengumumkan bahwa subsidi ongkos kirim yang ditanggung platform serta kompensasi untuk kerugian non-kesalahan seller akan diselesaikan sekitar 3 hari kalender setelah pesanan selesai. Jika ada investigasi, pembayaran dapat ditunda. Aturan ini melengkapi sistem periode pembayaran empat tingkat (1-15 hari) yang mulai berlaku pada 9 Juni lalu; yang satu mengelola dana subsidi dari platform, yang lain mengelola pembayaran dari pembeli. Seller perlu memodelkan kedua jalur waktu pengembalian dana secara terpisah untuk mempersiapkan arus kas dan rekonsiliasi dengan baik.
Indonesia Akan Revisi UU Hak Cipta: Karya Berbantuan AI Bisa Dapatkan Hak Cipta, Buatan AI Sepenuhnya Tidak Dilindungi
DPR Indonesia berencana merevisi UU Hak Cipta untuk pertama kalinya memasukkan AI ke dalam kerangka hukum. Draf undang-undang menyatakan bahwa hanya karya berbantuan AI dengan kontribusi substansial manusia yang dapat dilindungi, sementara konten yang sepenuhnya dihasilkan AI tidak. Penggunaan materi berhak cipta untuk pelatihan AI harus melalui penggunaan wajar atau lisensi, dan peniruan 'gaya unik' pencipta dilarang. Platform teknologi yang mengagregasi berita atau melatih model harus membayar kompensasi kepada organisasi manajemen kolektif, dan pelanggaran dapat mengakibatkan pencabutan izin. Google menentang aturan yang terlalu ketat karena dapat merugikan inovasi, sementara Meta dan TikTok belum memberikan tanggapan. Waktu pemungutan suara masih belum ditentukan.