2026.08.13 Shopee Vietnam Perbarui Layanan Tampilan Shop+

Shopee Vietnam Perbarui Layanan Tampilan Shop+
Shopee Vietnam resmi meningkatkan layanan tampilan toko Shop+ mulai 13 Agustus. Pembaruan ini dirancang untuk memperkuat visualisasi merek dan efisiensi konversi di tengah persaingan e-commerce yang semakin ketat, khususnya dengan hadirnya model belanja berbasis konten dari kompetitor. Bagi penjual lintas negara, layanan ini memberikan peluang lebih besar untuk menonjolkan produk unggulan melalui tata letak toko yang lebih atraktif dan alat pemasaran yang lebih tertarget. Dengan pengalaman belanja yang lebih imersif, diharapkan tingkat klik dan pembelian dapat meningkat signifikan. Seller disarankan segera memanfaatkan fitur baru ini untuk mengoptimalkan halaman toko, terutama menjelang musim kampanye belanja akhir tahun.
Apple Pay Resmi Hadir di Filipina
Apple Pay resmi diluncurkan di Filipina, memungkinkan pengguna Visa dan Mastercard untuk menautkan kartu debit serta kredit dari GoTyme, China Trust Bank, UnionBank, dan Metrobank ke iPhone maupun Apple Watch. Transaksi dapat dilakukan melalui Face ID, Touch ID, dan kode keamanan dinamis di gerai offline seperti Jollibee, Zara, Rustan's, serta platform online seperti Shopee dan Foodpanda. Maya Business juga akan membuka layanan ini bagi lebih dari 5.000 merchant online. Para eksekutif Visa dan Mastercard menilai langkah ini akan mempercepat transisi Filipina menuju ekonomi tanpa uang tunai, mengurangi gesekan pembayaran, sekaligus menyambut wisatawan global. Bagi penjual lintas negara, adopsi Apple Pay berpotensi meningkatkan konversi pembeli lokal maupun turis di platform Shopee Filipina.
TikTok Shop Kian Dekati Shopee di Malaysia
Hasil survei Ipsos menunjukkan 71% konsumen Malaysia menggunakan Shopee, turun dari 74% tahun lalu. Sementara itu, pengguna TikTok Shop melonjak dari 52% menjadi 62%, memperkecil jarak dengan Shopee secara signifikan. Pembelian kebutuhan harian secara online meningkat tajam: kategori grocery naik dari 34% menjadi 47%, dan beauty dari 29% menjadi 45%. Model belanja berbasis konten TikTok Shop berhasil menarik pengguna usia menengah, dengan lonjakan 19% pada kelompok usia 35-44 tahun. Dari sisi daya tarik promosi (70% vs 72%) dan kemudahan penggunaan (keduanya 68%), TikTok Shop hampir menyamai Shopee. Bagi penjual, tren ini menandakan bahwa strategi konten kreatif dan live commerce menjadi kunci untuk menjangkau audiens yang lebih luas di Malaysia.
E-Commerce Malaysia Beralih ke Deep Engagement
Ipsos mencatat bahwa e-commerce Malaysia sedang bertransisi dari pertumbuhan jumlah pengguna menuju operasi yang lebih mendalam. Persaingan tidak lagi semata-mata soal harga, melainkan bagaimana platform dan penjual mampu mengintegrasikan konten sosial dengan transaksi secara mulus. Sinergi antara konten hiburan, rekomendasi personal, dan kemudahan berbelanja menjadi faktor penentu loyalitas konsumen. Untuk penjual lintas negara, ini berarti fokus harus bergeser dari sekadar memasang produk ke membangun interaksi yang bermakna — misalnya melalui siaran langsung, ulasan pengguna, dan kampanye yang relevan secara lokal. Dengan memahami perilaku konsumen yang semakin selektif, seller dapat menyusun strategi yang lebih efektif dalam mempertahankan pangsa pasar di tengah ketatnya persaingan.