6 Tugas Penting Seller Shopee

Banyak seller baru di Shopee berpikir bahwa setelah toko dibuat dan produk diunggah, pesanan akan langsung berdatangan dengan sendirinya. Namun kenyataannya berbeda — menunggu saja tidak akan membawa Anda jauh.

Daripada hanya duduk dan menyegarkan dasbor Anda, Anda perlu bertindak. Sebelum toko Anda mendapatkan trafik yang stabil atau produk pertama yang laris, sebenarnya ada banyak hal yang bisa (dan harus) Anda lakukan setiap hari.

Berikut adalah enam kebiasaan harian yang harus dibangun oleh setiap seller Shopee agar toko berjalan efisien dan tumbuh secara stabil 👇

1️⃣ Proses Pesanan dan Tangani Pesan Pelanggan

Hal pertama yang harus dilakukan setelah login adalah memeriksa pesanan Anda dan membalas pesan dari pelanggan. Jika Anda menjalankan model dropshipping atau tanpa stok, pastikan untuk segera berkoordinasi dengan supplier dan mengonfirmasi detail pengiriman dengan jasa pengiriman Anda.

Juga, jangan pernah membiarkan pertanyaan atau komentar pelanggan tidak ditanggapi. Respon yang cepat meningkatkan tingkat respons chat, rating toko, dan yang paling penting—konversi. Layanan yang baik membangun kepercayaan, dan kepercayaan itu menghasilkan penjualan.

2️⃣ Riset Produk dan Unggah Listing Harian

Riset produk adalah fondasi kesuksesan toko Anda. Jika toko Anda tidak ada trafik atau penjualan, 80% penyebabnya adalah masalah produk.

Luangkan waktu setiap hari untuk meneliti kata kunci dari kategori Anda dari sisi pembeli. Perhatikan volume pencarian, rentang harga, dan jenis listing di bawah kata kunci tersebut. Ini membantu Anda memutuskan produk mana yang seharusnya menjadi pendorong trafik dan mana yang bisa menjadi pembuat keuntungan.

Menggunakan Alat Riset

Jika Anda kurang yakin menganalisis data secara manual, coba gunakan alat riset Shopee seperti Shopdora — alat ini memperbarui data produk terbaru dari front-end Shopee setiap hari, dan filter-fiturnya memudahkan Anda mengidentifikasi item yang sedang tren dan calon produk laris.

Sumber Inspirasi Produk

  • Atau, Anda juga bisa melihat listing baru dari toko-toko yang sudah mapan, atau toko baru mana yang tiba-tiba viral — keduanya bisa menjadi indikator bagus untuk produk panas.
  • Dan jangan lupa untuk menjelajahi situs sourcing domestik seperti 1688, Pinduoduo, Taobao, atau bahkan marketplace lain seperti Lazada. Jika suatu produk menunjukkan data penjualan yang kuat di sana, patut dicoba juga di Shopee.

Cobalah untuk membuat daftar pendek sekitar 20 produk potensial setiap hari dan unggah secara bertahap di pasar yang Anda targetkan. Bahkan jika produk tidak langsung berkinerja baik, tetap unggah listing baru — Shopee cenderung memberi visibilitas ekstra untuk listing baru, dan kuantitas membantu algoritma mengidentifikasi apa yang layak dipromosikan.

3️⃣ Atur Harga dan Diskon dengan Cerdas

Setelah produk Anda terdaftar, penetapan harga adalah langkah kritis berikutnya. Selalu hitung total biaya Anda, termasuk harga produk, pengiriman, biaya platform, dan pajak.

Anda bisa menggunakan kalkulator harga Shopdora untuk memastikan margin Anda masih sehat. Bahkan jika Anda ingin bersaing berdasarkan harga, jangan sampai merugi kecuali itu adalah strategi "loss leader" yang disengaja untuk menarik trafik.

Diskon adalah kunci lain untuk mendorong klik. Siapkan kupon untuk pengikut, pantau kampanye yang sedang berjalan, dan perbarui promosi Anda secara teratur. Tapi berhati-hatilah — diskon seharusnya meningkatkan daya saing Anda, bukan menggerogoti keuntungan Anda.

4️⃣ Tinjau Data dan Optimalkan Listing

Shopee adalah permainan angka. Periksa dasbor Anda setiap hari untuk memantau metrik penting: impresi, klik, tingkat tambah ke keranjang, tingkat konversi, dan peringkat pencarian. Lacak perubahan dan identifikasi apa yang membaik atau menurun.

Untuk produk yang berkinerja baik, luangkan waktu untuk mengoptimalkan — sesuaikan gambar utama, judul, dan deskripsi produk. Waktu terbaik untuk melakukan ini adalah selama jam sepi sehingga ketika pembeli paling aktif, listing Anda sudah sepenuhnya dioptimalkan dan siap mengonversi.

5️⃣ Jalankan Iklan secara Strategis

Iklan Shopee bisa sangat kuat — tetapi hanya jika digunakan pada waktu yang tepat. Hindari menjalankan iklan terlalu dini, terutama jika toko Anda belum memiliki data. Tanpa kinerja dasar, sebagian besar anggaran iklan akan terbuang percuma.

Langkah cerdasnya? Pilih 5–10 listing dengan kinerja organik yang cukup baik dan mulai jalankan kampanye kecil yang terkontrol. Tujuan iklan bukan untuk "menyelamatkan" toko Anda — melainkan untuk mengamplifikasi apa yang sudah berjalan dengan baik.

6️⃣ Lacak dan Analisis Data Harian Anda

Terakhir, jangan pernah melewatkan angka-angka. Pantau pesanan harian, pengeluaran iklan, biaya produk, dan keuntungan Anda. Anda tidak perlu mencatat setiap SKU — fokus saja pada item yang menghasilkan penjualan.

Anda bisa membuat lembar Excel sederhana untuk mencatat tren per hari, minggu, dan bulan. Seiring waktu, angka-angka ini akan memberi tahu Anda dengan tepat:

  • Produk mana yang sebenarnya menguntungkan
  • Iklan mana yang membakar uang
  • Kategori mana yang layak mendapat lebih banyak fokus

Mengelola toko Shopee pada akhirnya adalah bisnis yang digerakkan oleh data. Mengetahui angka-angka Anda membantu Anda membuat keputusan yang lebih cerdas, bukan sekadar menebak.

💡 Penutup

Mengelola toko Shopee dengan sukses bukan tentang keberuntungan — melainkan tentang usaha harian yang konsisten. Dari riset produk dan pengunggahan, hingga penetapan harga, optimasi, dan analisis — setiap langkah akan terakumulasi seiring waktu.

Terus lakukan enam hal ini setiap hari, dan Anda akan menyadari bahwa trafik, visibilitas, dan pesanan Anda menjadi lebih stabil dan dapat diprediksi.

Jika Anda masih kesulitan dengan riset produk atau penetapan harga, alat seperti Shopdora bisa menghemat banyak waktu Anda — memberi Anda data pasar Shopee yang nyata untuk membuat keputusan yang percaya diri dan berbasis data.

Shopdora
Alat Analitik Shopee Terbaik

Coba Gratis
Advertisement