Bagaimana Alat Riset Produk Shopee Mengubah Data Menjadi Profit

Saya David. Sudah lebih dari tiga tahun saya menjalankan toko Shopee sendiri — bukan sebagai bagian dari tim besar, bukan didukung agensi, tapi sebagai penjual solo yang mencari jalan sendiri langkah demi langkah.

Kalau kamu sudah lama berjualan di Shopee, mungkin kamu kenal dengan perasaan ini: Kamu rasanya paham pasar… sampai satu peluncuran produk yang salah menghapuskan kerja berminggu-minggu.

Momen itulah — ketika kamu sadar intuisi saja tidak cukup — yang membuat saya mulai serius menangani data dan analitik Shopee.

Dan itu juga alasan saya ingin membahas bagaimana menggunakan alat riset produk Shopee yang tepat secara fundamental mengubah cara saya mengambil keputusan hari ini.

Masalah Nyata yang Tidak Suka Diakui Penjual Shopee

Kebanyakan penjual Shopee tidak kekurangan ide. Kita kekurangan sinyal yang bisa diandalkan.

Pusat Penjual (Seller Center) Shopee bagus dalam menunjukkan toko kamu: penjualanmu, klikmu, iklanmu, SKU-mu.

Yang tidak ditunjukkan adalah pasar di luar tokomu:

  • Seberapa cepat sebuah kategori benar-benar tumbuh
  • Apakah produk-produk teratas sudah mencapai puncak atau masih naik
  • Seberapa terkonsentrasi persaingannya
  • Apakah produk baru benar-benar sukses, atau sekadar membuat keributan

Di awal, saya mengambil keputusan berdasarkan tren permukaan — lencana bestseller, screenshot volume kata kunci, bahkan tren hype di TikTok. Terkadang berhasil. Lebih sering, tidak.

Saat itulah saya sadar, saya tidak hanya butuh "lebih banyak data". Saya butuh analitik Shopee yang terstruktur yang mencerminkan pasar, bukan hanya dasbor saya sendiri.

Mengapa Alat Riset Produk Shopee Semakin Penting Saat Ini

Shopee sudah matang. Di sebagian besar kategori, kamu tidak lagi bersaing dengan pemula — kamu bersaing dengan penjual yang paham siklus harga, struktur SKU, dan kurva permintaan.

Alat riset produk Shopee yang tepat melakukan tiga hal yang tidak bisa dilakukan riset manual:

  1. Menunjukkan perilaku tingkat pasar, bukan daftar produk yang terisolasi
  2. Memberikan konteks historis di balik angka penjualan saat ini
  3. Membantu kamu menghindari permintaan palsu yang diciptakan oleh lonjakan jangka pendek

Di sinilah alur kerja saya berubah — terutama setelah saya mulai menggunakan alat terstruktur seperti Product Research, Market Analysis, dan Comprehensive Analysis dari Shopdora. Bukan sebagai "tombol ajaib", tapi sebagai kerangka pengambilan keputusan.

Bagaimana Saya Benar-benar Menggunakan Data Shopee untuk Memutuskan Apa yang Layak Dijual

Izinkan saya jelaskan melalui skenario nyata.

Saya sedang mempertimbangkan masuk ke kategori home & living dengan persaingan menengah. Di permukaan, semuanya terlihat menjanjikan: banyak listing, harga wajar, pesanan harian yang konsisten.

Alih-alih langsung terjun, saya membuka Product Research untuk melihat kategori tersebut di berbagai situs Shopee. Yang langsung mencolok bukan hanya total penjualan — tapi stabilitas tren penjualan dan lama produk di pasar.

Beberapa produk terlihat kuat tapi sudah mencapai puncaknya berbulan-bulan lalu. Yang lain menunjukkan pertumbuhan stabil tapi didominasi oleh segelintir SKU. Tanpa pandangan data Shopee yang lebih luas ini, saya akan memperlakukan mereka sama.

Itulah perbedaan antara melihat penjualan dan memahami penjualan.

Analisis Pasar: Saat Kebanyakan Penjual Akhirnya Melihat Jebakannya

Data tingkat produk itu berguna. Struktur tingkat kategorilah yang menghemat uangmu.

Dengan menggunakan Market Analysis, saya mulai memperhatikan hal-hal yang sebelumnya saya abaikan:

  • Seberapa terkonsentrasi produk-produk teratas sebenarnya
  • Apakah pertumbuhan didorong oleh permintaan atau diskon agresif
  • Seberapa sering produk baru benar-benar bisa masuk ke peringkat atas

Dalam satu kasus, sebuah kategori menunjukkan pertumbuhan keseluruhan yang sehat. Tapi ketika saya lihat lebih dekat, lebih dari 60% pendapatannya terkonsentrasi pada sekelompok kecil listing yang sudah matang.

Itu bukan peluang — itu peringatan.

Di sinilah analitik Shopee berhenti menjadi abstrak dan menjadi praktis. Kamu tidak lagi bertanya, "Apakah kategori ini panas?" Kamu bertanya, "Apakah ada ruang untuk saya?"

Analisis Komprehensif: Mengubah Data Menjadi Keputusan

Data saja tidak membuat keputusan lebih mudah. Kontekslah yang melakukannya.

Yang saya apresiasi dari Comprehensive Analysis adalah bagaimana fitur ini menyatukan tren, peringkat, dan riwayat kinerja menjadi satu narasi. Alih-alih berpindah tab, saya bisa melacak bagaimana sebuah produk berkembang — dari waktu peluncuran hingga perilaku peringkatnya.

Saya telah menggunakan ini lebih dari sekali untuk memvalidasi apakah kesuksesan pesaing bisa diulang atau hanya situasional. Beberapa produk menang karena masuk lebih awal. Yang lain menang karena mengoptimalkan dengan lebih baik.

Itu adalah pelajaran yang sangat berbeda.

Bagi saya, ini menjadi titik pemeriksaan terakhir sebelum berkomitmen pada persediaan atau negosiasi supplier.

Pergeseran yang Mengubah Hasil Saya

Begitu saya berhenti memperlakukan data Shopee sebagai "sesuatu yang sekilas dilihat" dan mulai memperlakukannya sebagai sebuah sistem, hasil saya menjadi stabil.

Saya meluncurkan lebih sedikit produk. Tapi tingkat keberhasilan (hit rate) saya meningkat.

Saya berhenti mengejar kategori yang terlihat padat dan fokus pada kategori di mana:

  • Pertumbuhannya stabil, bukan meledak
  • Produk baru benar-benar bertahan
  • Harga memungkinkan fleksibilitas margin

Kejelasan itu tidak datang dari satu metrik. Itu datang dari menghubungkan analitik Shopee melintasi produk, kategori, dan waktu.

Ini Bukan Tentang Alat — Ini Tentang Berpikir Seperti Pasar

Saya berhati-hati saat merekomendasikan alat analitik Shopee apa pun, karena tidak ada perangkat lunak yang bisa menggantikan pertimbangan.

Tapi alat-alat seperti yang ada di Shopdora membantu saya melihat apa yang tidak ditunjukkan Shopee kepada penjual secara default: lanskap persaingan di luar toko kamu sendiri.

Jika kamu serius ingin berkembang, menebak-nebak menjadi mahal. Dan mengandalkan tren permukaan menjadi berisiko.

Alat riset produk Shopee yang solid, didukung data pasar nyata, tidak memberitahumu apa yang harus dijual. Ia memberitahumu apa yang tidak perlu kamu buang waktu.

Dan terkadang, itulah wawasan yang paling menguntungkan.

Pikiran Terakhir dari Satu Penjual ke Penjual Lain

Jika kamu masih membuat keputusan produk berdasarkan screenshot, tag bestseller, atau feeling — kamu sedang memainkan Shopee dalam mode sulit.

Belajar membaca data Shopee dengan benar, melalui analitik terstruktur, adalah salah satu pergeseran paling penting yang saya lakukan sebagai penjual.

Bukan karena itu menjamin kemenangan. Tapi karena itu membantu saya menghindari kerugian yang sebenarnya bisa dihindari.

Dan di pasar seperti sekarang, itu sudah menjadi keunggulan kompetitif.

Advertisement