Cara Saya Menganalisis Produk Shopee untuk Raih Lebih Banyak Penjualan
Halo, saya David, seorang penjual solo di Shopee dengan pengalaman langsung mengelola toko sendiri selama lebih dari tiga tahun. Selama bertahun-tahun, saya belajar bahwa mengelola toko yang sukses bukan hanya tentang memiliki produk yang bagus—tetapi juga tentang memahami pasar, melacak kompetitor, dan membuat keputusan berdasarkan data. Ketika pertama kali memulai, saya sering mengandalkan firasat atau data penjualan sporadis dari toko saya sendiri. Namun, saya segera menyadari bahwa tanpa pandangan yang jelas tentang pasar yang lebih luas, saya melewatkan peluang—dan terkadang berinvestasi pada produk yang nyaris tidak laku.
Saat itulah saya mulai menggunakan Shopdora, sebuah platform berbasis data yang dibuat untuk penjual Shopee seperti saya. Hari ini, saya ingin berbagi bagaimana saya menggunakan alat analisis produk Shopdora untuk mengatasi tantangan umum yang dihadapi banyak penjual, dan bagaimana fitur-fitur ini telah membantu saya membuat keputusan yang lebih cerdas dan mengembangkan toko saya.
Memahami Tren Pasar dengan Riset Produk
Salah satu masalah pertama yang dihadapi setiap penjual Shopee adalah memutuskan apa yang akan dijual. Sangat menggoda untuk memilih produk yang "terlihat populer" atau sedang tren di media sosial, tetapi penampilan bisa menipu. Di awal perjalanan, saya pernah mencoba menjual beberapa gadget baru yang tampak menjanjikan, hanya untuk melihatnya terbengkalai di rak. Saat itulah saya sadar, saya butuh cara untuk melihat apa yang sebenarnya bergerak di pasar.
Fitur Riset Produk Shopdora benar-benar mengubah permainan di sini. Fitur ini memungkinkan saya menyaring produk di berbagai situs Shopee berdasarkan volume penjualan, pendapatan, tingkat pertumbuhan, bahkan harga rata-rata.
Yang paling saya sukai adalah kemampuannya untuk langsung melihat tren yang naik versus produk yang sudah mencapai puncaknya. Misalnya, kuartal lalu saya melihat gaya tertentu dari holder ponsel menunjukkan tren penjualan yang konsisten naik di Malaysia dan Singapura. Tanpa alat ini, saya mungkin melewatkannya sama sekali.
Namun, keajaiban sebenarnya datang ketika Anda menggabungkan filter-filter tersebut. Saya bisa melihat produk yang tidak hanya memiliki penjualan tinggi, tetapi juga menunjukkan pertumbuhan stabil selama 30 hari terakhir, memiliki rating yang baik, dan tidak terlalu jenuh oleh merek-merek besar. Analisis multidimensi ini membantu saya menemukan peluang yang menguntungkan tetapi masih terjangkau untuk penjual solo. Saya berinvestasi dalam batch kecil, mengoptimalkan listing dengan kata kunci yang sedang tren, dan dalam dua minggu, produk itu menjadi salah satu SKU terlaris saya.
Mendalami Wawasan Kompetitor dengan Analisis SKU
Tantangan lain yang saya hadapi adalah memahami mengapa beberapa kompetitor terus-menerus menjual lebih banyak daripada saya, bahkan ketika produk kami serupa kualitas dan harganya. Rasanya seperti kotak hitam—apa yang mereka lakukan berbeda? Di sinilah alat SKU Insight Shopdora berperan.
Dengan SKU Insight, saya bisa memasukkan tautan produk kompetitor dan langsung melihat data detail: tren penjualan, riwayat harga, bahkan struktur SKU-nya. Ini memungkinkan saya mengidentifikasi pola bagaimana penjual teratas mengelola varian, membundle produk, atau mengatur waktu promosi mereka. Contohnya, saya perhatikan satu kompetitor menawarkan bundle produk dengan harga sedikit lebih tinggi disertai add-on kecil, yang menarik segmen pembeli berbeda dari target saya.
Dengan wawasan ini, saya menyesuaikan listing saya sendiri—bukan hanya harganya, tetapi juga cara saya mengemas produk dan menyoroti fitur dalam judul serta deskripsi. Hasilnya? Tingkat konversi saya meningkat signifikan. Saya belajar bahwa data tingkat SKU bukan hanya tentang meniru kompetitor—ini tentang memahami strategi mereka dan menemukan cara untuk membedakan diri sambil tetap kompetitif.
Mengoptimalkan Listing melalui Analisis Kata Kunci & Traffic
Bahkan dengan produk yang tepat dan SKU yang kompetitif, visibilitas di Shopee tidak pernah terjamin. Di awal, saya bergumul dengan impresi yang rendah dan CTR yang buruk, dan saya tidak mengerti mengapa produk terbaik saya tidak diperhatikan. Saya tahu judul dan kata kunci itu penting, tetapi menebak-nebak saja tidak cukup.
Alat Analisis Traffic Shopdora memberikan kejelasan yang saya butuhkan. Alat ini menunjukkan kata kunci mana yang mendatangkan traffic ke produk Anda dan juga ke listing kompetitor. Yang lebih penting, alat ini mengungkap kata kunci ber-traffic tinggi mana yang kurang dimanfaatkan oleh toko Anda, memberikan peluang jelas untuk optimasi. Saya ingat menghabiskan satu sore menganalisis listing saya dan menemukan bahwa beberapa istilah pencarian relevan yang saya kira niche, ternyata menghasilkan ribuan pencarian setiap bulan dengan persaingan minimal.
Saya memperbarui judul dan kata kunci backend sesuai temuan itu, memantau dampaknya, dan melihat peningkatan yang terukur dalam impresi dan klik hanya dalam seminggu. Ini bukan kerja tebak-tebakan—ini dipandu oleh data nyata. Seiring waktu, praktik melacak kata kunci traffic secara terus-menerus dan menyesuaikan listing menjadi rutinitas, dan ini adalah salah satu alasan terbesar toko saya perlahan naik peringkat di hasil pencarian.
Hasil Nyata dari Keputusan Berbasis Data yang Konsisten
Dengan menggabungkan Riset Produk, SKU Insight, dan Analisis Traffic, saya mengembangkan proses yang bisa diulang untuk pemilihan produk dan optimasi listing. Tidak lagi menebak produk mana yang akan laku atau hanya mengandalkan pengalaman masa lalu. Sebaliknya, setiap keputusan didukung oleh wawasan yang bisa ditindaklanjuti, yang menghemat waktu, mengurangi risiko, dan meningkatkan profitabilitas.
Satu contoh praktis: Saya sedang menjelajahi kategori dekorasi rumah baru. Dengan Riset Produk, saya mengidentifikasi subkategori trending dengan pertumbuhan kuat. SKU Insight memungkinkan saya mempelajari penjual teratas dan menyempurnakan strategi bundle saya. Analisis Traffic menyoroti kata kunci terbaik untuk ditargetkan dalam listing saya. Hasilnya? Lini produk baru yang kinerjanya mengungguli beberapa SKU lama dalam bulan pertamanya, dengan penjualan dan visibilitas yang lebih baik.
Yang paling mencolok bagi saya adalah alat-alat ini tidak hanya menyediakan data—mereka memberikan konteks. Mudah melihat angka-angka di spreadsheet, tetapi Shopdora membantu saya menghubungkan titik antara tren pasar, aksi kompetitor, dan optimasi listing. Pandangan holistik inilah yang sering dibutuhkan banyak penjual solo tetapi sering kali tidak mereka miliki.
Pikiran Terakhir
Jika ada satu pelajaran yang saya ambil dari perjalanan saya, yaitu ini: kesuksesan di Shopee bukan tentang keberuntungan—ini tentang memahami pasar dan membuat keputusan yang terinformasi. Meskipun pengalaman dan intuisi masih berperan, memiliki akses ke data nyata yang bisa ditindaklanjuti bisa menjadi pembeda antara produk yang gagal dan produk yang menjadi best seller.
Sebagai seseorang yang sudah berada di lapangan, saya bisa katakan dengan percaya diri bahwa alat-alat ini bukan sekadar fitur—mereka adalah lensa untuk memahami pasar Shopee. Dan begitu Anda mulai menggunakannya secara strategis, hasilnya berbicara sendiri.