Optimasi Shopee:Memahami secara mendalam apa yang dimaksud dengan optimasi

Kalau kamu berjualan di Shopee, pasti sudah sering mendengar kata "optimasi". Optimasi judul. Optimasi gambar utama. Optimasi kata kunci. Optimasi iklan. Di mana-mana terdengar. Dan saya sudah melihat banyak sesama penjual Shopee terjebak dalam pola yang sama: mereka mengoptimasi hanya demi mengoptimasi. Mereka mengubah judul karena pesaing melakukannya, menyesuaikan iklan karena ada yang menyarankan, lalu bertanya-tanya mengapa performa tidak membaik—bahkan malah memburuk.

Sebelum kamu mulai melakukan perubahan, ada tiga pertanyaan yang harus kamu jawab:

  1. Apa sebenarnya optimasi itu?
  2. Kapan sebaiknya kamu melakukan optimasi?
  3. Bagaimana cara mengoptimasi dengan efektif?

Apa itu "optimasi"?

"Optimasi" adalah istilah yang luas. Secara sederhana, artinya adalah serangkaian tindakan berkelanjutan yang diambil penjual untuk meningkatkan visibilitas, klik, dan konversi suatu produk di Shopee—sehingga penjualan dan keuntungan meningkat. Ini bukan sekadar penyesuaian satu kali seperti "ubah judul lalu selesai". Optimasi yang sesungguhnya bersifat terus-menerus: amati data, diagnosa masalah, uji perubahan, dan ulangi.

Tujuannya jelas: menempatkan produk yang tepat di depan pembeli yang tepat, pada momen yang tepat, dan dalam kondisi yang paling menarik agar mereka membeli. Di Shopee, setiap tugas optimasi pada akhirnya bertujuan untuk mencapai tiga hasil ini:

  • Terlihat — meningkatkan eksposur. 👀
  • Diklik — meningkatkan CTR (rasio klik-tayang). 👆
  • Dibeli — meningkatkan rasio konversi. 🛒

Pekerjaan optimasi seorang penjual Shopee biasanya berputar di sekitar beberapa area.

Kapan sebaiknya kamu melakukan optimasi?

Optimasi hanya masuk akal ketika kamu sudah mengidentifikasi masalah atau peluang. Perubahan acak dan terlalu sering justru sering mengganggu performa yang sebelumnya stabil.

Berikut adalah pemicu khas yang layak dioptimasi (tindakan sebenarnya harus disesuaikan dengan kondisi tokomu):

  • Performan turun: Penjualan, klik, atau konversi menurun.
  • Ada ruang untuk perbaikan: Performan stagnan, padahal ada potensi lebih besar.
  • Persaingan berubah: Pesaing meluncurkan produk serupa atau mengubah strategi.
  • Ada perubahan platform: Shopee memperbarui algoritma atau fitur.
  • Persiapan acara: Menjelang hari besar seperti Harbolnas atau 12.12.

Jika tidak ada sinyal-sinyal tersebut, lakukan perubahan dengan hati-hati dan pantau dampaknya.

Bagaimana mengoptimasi dengan efektif?

Izinkan saya beri contoh konkret yang sering saya lihat: sebuah produk baru diluncurkan, dan setelah beberapa hari belum terjual. Reaksi spontannya? "Tingkatkan anggaran iklan dan potong harga." Itu terlihat proaktif, tapi sering kali tidak efektif.

Mengapa? Karena kamu belum mendiagnosa masalah sebenarnya. Tanyakan dulu: apakah impresi (tayangan) sudah cukup? Apakah CTR-nya sehat? Apakah pengeluaran iklan benar-benar membawa lebih banyak klik? Apakah klik-klik itu berubah menjadi pesanan?

Jika kamu bertindak tanpa membandingkan metrik-metrik ini, kamu hanya menebak-nebak.

Ini logika dasar pemecahan masalahnya:

  1. Impresi rendah setelah perubahan iklan — mungkin "jejak kata kunci" produk (cara sistem memahami produkmu) tidak diatur dengan baik saat listing. Pertimbangkan kembali pengaturan kata kunci dan atribut produkmu.
  2. CTR terus-menerus rendah — gambar utama, judul, atau harganya mungkin gagal menarik klik. Prioritaskan pengujian gambar dan judul.
  3. Ada klik tapi konversi buruk — diagnosa daya saing harga, ulasan, logistik (waktu pengiriman), dan konten halaman produk.

Bayangkan optimasi seperti layanan kesehatan. Klinik kecil mungkin memberikan obat yang sama untuk setiap demam; rumah sakit besar menjalankan tes dulu baru mengobati akar penyebabnya. Yang pertama cepat tapi berisiko; yang kedua lebih lambat tapi tepat. Optimasi Shopee harus seperti pendekatan "rumah sakit": diagnosa dengan data, lalu obati.

Menaikkan anggaran iklan dan memotong harga secara membabi buta sama seperti meresepkan infus serba guna untuk setiap penyakit. Itu menyembunyikan masalah sebenarnya, menghabiskan anggaran, merusak margin, dan membuatmu melewatkan kesempatan untuk memperbaiki produk.

Aturan utama: data dulu

Semua keputusan optimasi harus didasarkan pada data—laporan Shopee, dasbor iklan, laporan inventaris, umpan balik pembeli, dan analitik pihak ketiga (misalnya, Shopdora). Jika pesanan suatu item menurun atau sudah lama tidak terjual, mulailah dengan pertanyaan-pertanyaan ini:

  1. Apakah penurunannya hanya pada produk saya, atau seluruh kategori terdampak? (Periksa peringkat dan data pasar.)
  2. Apakah pesanan organik (alami) atau pesanan dari iklan yang turun lebih tajam? (Bandingkan tren.)
  3. Apakah ulasan negatif atau retur melonjak baru-baru ini? (Apakah ini masalah spesifik produk atau kebetulan?)
  4. Apakah pesaing mengubah harga atau meluncurkan banyak varian baru? (Lanskap persaingan.)
  5. Bisakah rasio konversi saat ini menghabiskan stok, atau ada risiko stok menua?

Jika analisis menunjukkan impresi turun dan klik ikut turun, ingat rumusnya: Pesanan = Impresi × CTR × Rasio Konversi. Dengan CTR yang tidak berubah, kamu punya dua tuas: tingkatkan impresi atau perbaiki konversi. Jika CTR-nya sendiri yang turun, maka prioritaskan pembaruan gambar/judul atau perbaikan lain di halaman produk untuk mendapatkan kembali daya saing di pencarian.

Kesimpulan akhir

Bagi penjual Shopee, optimasi harus tepat sasaran dan berbasis data. Jangan asal mengutak-atik listing atau menghamburkan anggaran untuk iklan—temukan masalahnya dulu, lalu perbaiki hal yang tepat. Impresi tinggi tapi klik rendah? Perbaiki gambar dan harga kamu. Klik tinggi tapi konversi rendah? Perbaiki halaman produk dan tangani ulasan atau logistik. Setiap perubahan harus memiliki hipotesis yang jelas dan hasil yang terukur.

Jika kamu membangun kebiasaan mendiagnosa dengan data, menguji dengan sengaja, dan belajar dari hasilnya, kamu akan mengubah tindakan berdasarkan feeling menjadi metode yang bisa diulang—dan pendekatan yang stabil dan metodis itulah yang menumbuhkan toko Shopee secara berkelanjutan.

Shopdora
Alat Analitik Shopee Terbaik

Coba Gratis
Advertisement