Riset Produk Shopee: 7 Cara Pakai Data 2026

Riset Produk Shopee: 7 Cara Pakai Data 2026

Kebanyakan penjual gagal bukan karena produknya jelek, tapi karena milih produk pakai feeling. Riset produk Shopee yang benar itu bukan nebak apa yang lagi tren, tapi baca data sampai kamu tahu sebuah produk memang laku, bukan cuma kelihatan ramai. Di bawah saya bagi tujuh cara baca data yang saya pakai sendiri sebelum memutuskan jualan satu produk. Semuanya bisa kamu kerjakan di Shopdora, dan tiap cara menjawab satu pertanyaan konkret.

Satu hal yang perlu jujur dulu: data nggak bikin kamu pasti menang. Dia cuma bikin kamu berhenti buang waktu dan modal di produk yang dari awal memang nggak ada pasarnya. Itu saja sudah menghemat banyak.

1. Mulai dari kategori, bukan dari produk

Kesalahan paling umum: langsung cari satu produk. Padahal yang menentukan ruang gerak kamu adalah kategorinya. Buka Category Research di Shopdora, pilih site (Indonesia), lalu lihat tiga hal: total penjualan kategori, pertumbuhan, dan konsentrasi penjual. Kategori yang tumbuh tapi penjualnya belum padat itu ruang buat pemain baru. Kategori yang omsetnya besar tapi sudah dikuasai segelintir toko lama, susah ditembus listing baru.

Lihat ukuran pasar, pertumbuhan, dan konsentrasi penjual per kategori sebelum pilih produk
Lihat ukuran pasar, pertumbuhan, dan konsentrasi penjual per kategori sebelum pilih produk

2. Pisahkan "lagi ramai" dari "memang laku terus"

Produk yang viral seminggu lalu hilang itu jebakan. Yang kamu cari produk dengan penjualan stabil atau naik perlahan. Di Product Research, filter berdasarkan penjualan bulanan dan tingkat pertumbuhan, lalu lihat tren penjualannya, bukan angka satu hari. Produk yang grafiknya naik pelan tapi konsisten jauh lebih aman buat pemula daripada yang melonjak lalu terjun.

Filter produk berdasarkan penjualan, pertumbuhan, dan waktu rilis untuk cari yang laku berkelanjutan
Filter produk berdasarkan penjualan, pertumbuhan, dan waktu rilis untuk cari yang laku berkelanjutan

3. Cek harga yang benar-benar diterima pasar

Harga rata-rata kategori sering menyesatkan, karena ditarik oleh produk termurah yang jual rugi buat ramai-ramai. Yang perlu kamu tahu: di harga berapa produk benar-benar laku. Lihat sebaran penjualan per rentang harga di Product Research. Sering kali bukan harga terendah yang paling banyak order, tapi rentang menengah tempat pembeli merasa "worth it". Di situ margin kamu lebih sehat.

4. Pakai data keyword buat tahu yang dicari orang

Produk bagus yang nggak ada yang cari tetap nggak laku. Buka Keywords Mining di Shopdora, cek volume pencarian keyword terkait produk kamu, trennya, dan rasio supply-demand. Keyword dengan banyak pencarian tapi sedikit produk yang melayaninya adalah celah. Kamu juga bisa tempel link produk buat lihat keyword apa saja yang menopang produk itu.

Cek volume pencarian keyword, tren, dan rasio supply-demand sebelum pilih produk

5. Lihat siapa yang sudah menguasai, dan bagaimana

Sebelum masuk, kenali lawan. Apakah penjualan kategori terkonsentrasi di beberapa toko besar, atau tersebar? Kalau konsentrasinya tinggi dan dipegang toko lama dengan ribuan ulasan, listing baru kamu butuh waktu lama buat kelihatan. Kalau tersebar, pemain baru punya kesempatan lebih cepat. Category Research menampilkan konsentrasi penjual dan porsi penjual lintas negara, jadi kamu tahu apakah penjual cross-border memang kebagian di kategori itu.

Konsentrasi penjual dan porsi cross-border menunjukkan seberapa ketat sebuah kategori

6. Baca ulasan buat nemu celah produk

Angka cuma separuh cerita. Separuh lagi ada di keluhan pembeli. Produk yang laku tapi ulasannya penuh keluhan soal hal yang sama (bahan tipis, ukuran meleset, kemasan rusak) itu peluang: kamu masuk dengan versi yang memperbaiki persis keluhan itu. Baca ulasan produk teratas satu per satu, catat keluhan yang berulang. Itu brief produk kamu yang sudah divalidasi pasar.

7. Validasi dulu sebelum keluar modal

Sebelum pesan stok banyak, pastikan empat hal ini sejalan: kategorinya tumbuh, produknya laku konsisten, ada orang yang cari keyword-nya, dan celah kualitasnya jelas. Kalau satu saja nggak terpenuhi, tahan dulu. Riset produk Shopee yang benar justru paling sering berakhir dengan keputusan "jangan ambil yang ini", dan itu pun kemenangan, karena kamu nggak jadi buang modal.

Jadi, urutannya begini

Mulai dari kategori buat tahu ada nggak ruangnya, turun ke produk buat lihat yang laku berkelanjutan, cek harga yang pasar terima, pastikan ada yang nyari lewat keyword, pelajari lawan dan celah ulasannya, baru putuskan. Semua langkah ini bisa kamu telusuri di Shopdora dalam satu alur. Bukan buat memastikan kamu menang, tapi buat memastikan kamu nggak kalah sebelum mulai.

FAQ

Apa itu riset produk Shopee? Proses baca data pasar (kategori, penjualan, harga, keyword, pesaing) sebelum memutuskan jualan sebuah produk, supaya keputusan berdasar bukti, bukan tebakan.

Apakah bisa riset produk tanpa tool? Bisa manual dengan telusuri Shopee satu-satu, tapi lambat dan datanya nggak lengkap. Tool seperti Shopdora merapikan penjualan, pertumbuhan, konsentrasi, dan keyword dalam satu tempat, jadi kamu hemat waktu dan nggak salah baca.

Data mana yang paling penting buat pemula? Tiga dulu: pertumbuhan kategori (ada ruang nggak), tren penjualan produk (laku terus nggak), dan volume keyword (ada yang cari nggak). Sisanya menyusul setelah tiga ini lolos.

Berapa lama sebaiknya riset sebelum jualan? Nggak ada angka pasti, tapi jangan berhenti sampai empat sinyal (kategori, produk, keyword, celah) sejalan. Lebih baik beberapa hari riset daripada berbulan-bulan jual produk yang salah.

Shopdora
Alat Analitik Shopee Terbaik

Coba Gratis