Riset Produk Shopee: Memilih Orang yang Tepat

Sebelum meluncurkan produk apa pun di Shopee, tanyakan pada diri sendiri tiga pertanyaan yang tampak sederhana ini:

  1. Siapa orang-orang di balik permintaan ini?
  2. Mengapa mereka membeli?
  3. Dan mengapa mereka harus memilih Anda dibandingkan penjual lain?

Pertanyaan-pertanyaan ini adalah fondasi dari e-commerce yang berkelanjutan—bukan algoritma, bukan "trik rahasia," dan bukan mengejar item trending terbaru. Setelah bekerja dengan banyak penjual Shopee dan menguji ratusan produk sendiri, kesimpulannya konsisten: riset produk yang sukses di Shopee tidak pernah sekadar tentang "memilih produk." Pada dasarnya, ini adalah tentang memahami orang.

1️⃣ Kesuksesan Produk Dimulai dengan Memahami Orangnya Terlebih Dahulu

Ambil contoh sederhana:

Tidak semua orang akan membeli "tas belanja lipat yang ringan."

Tetapi orang-orang yang membelinya seringkali memiliki ciri-ciri tertentu:

  • Mereka sering berbelanja kebutuhan sehari-hari atau pergi ke pasar.
  • Mereka peduli lingkungan atau tidak suka menggunakan kantong plastik.
  • Mereka lebih menyukai barang-barang yang ringan dan ringkas.
  • Mereka tidak ingin membawa tas besar saat bepergian.
  • Mereka cenderung adalah perempuan berusia 25–50 tahun.

Dan begitu Anda memahami dengan jelas siapa mereka, semuanya menjadi lebih mudah:

  • ✔ Anda tahu warna apa yang menarik bagi mereka.
  • ✔ Anda tahu copywriting seperti apa yang beresonansi secara emosional.
  • ✔ Anda tahu skenario apa yang harus ditampilkan di gambar utama produk Anda.
  • ✔ Anda tahu apakah tambahan kecil (seperti pengait) masuk akal.
  • ✔ Anda tahu apakah bundel dengan beberapa ukuran akan meningkatkan konversi.

Produk adalah hasilnya.
Tetapi orang-orang—kebiasaan, kefrustrasian, dan motivasi mereka—adalah titik awalnya.

2️⃣ Produk Bisa Menjadi Usang, Tetapi Kebutuhan Manusia Tidak

Ini adalah salah satu kebenaran yang paling sering diabaikan dalam riset produk Shopee.

Pasar berubah. Tren datang dan pergi. Algoritma bergeser.
Tetapi kebutuhan manusia tetap sangat konsisten.

Misalnya, orang akan selalu ingin:

  • Merasa lebih cantik/tampan.
  • Menghemat waktu.
  • Menghemat uang.
  • Menjaga rumah mereka tetap bersih.
  • Tetap nyaman.
  • Memberikan hadiah yang penuh pertimbangan.

Kebutuhan-kebutuhan ini tidak hilang—mereka hanya muncul kembali dalam bentuk produk yang berbeda.

Jadi, alih-alih terobsesi dengan "Apa yang sedang tren bulan ini?" cobalah pendekatan ini:

  • ✔ Identifikasi kebutuhan yang mendasarinya.
  • ✔ Temukan bentuk produk yang memuaskan kebutuhan itu.
  • ✔ Gunakan data untuk memverifikasi apakah permintaannya stabil.
  • ✔ Evaluasi biaya vs. pengembalian yang diharapkan.

"Audiens yang stabil + kebutuhan yang tidak akan hilang + skenario niche yang terabaikan."

Contoh:

  • "Penyewa apartemen kecil" akan selalu membutuhkan solusi penyimpanan.
  • "Siswa SD dan SMP" akan selalu membutuhkan alat tulis dan mainan kecil.
  • "Pemilik hewan peliharaan" akan selalu membeli produk hewan peliharaan yang bersifat emosional/perilaku.

Jika kelompoknya tetap sama, kebutuhannya tidak pernah hilang.
Itulah mengapa fokus pada orang lebih dapat diandalkan daripada fokus pada produk.

3️⃣ Pecah Kebutuhan Besar Menjadi Kebutuhan Mikro yang Spesifik dan Dapat Ditindaklanjuti

Ini adalah inti dari metode riset produk Shopee ini.

Semakin jelas kebutuhannya, semakin akurat Anda dapat menilai potensi suatu produk.

Berikut adalah kerangka kerja pembedahan kebutuhan sederhana yang bisa langsung Anda gunakan:

(1) Analisis Tingkat Harga

  • Harga rendah ($1–$4): pembelian impulsif, pengisian ulang, berorientasi nilai.
  • Harga menengah ($4–$15): fungsi, kualitas, kepraktisan.
  • High-end ($15+): branding, pengalaman premium, layak dijadikan hadiah.

Untuk sukses, Anda harus jelas tentang:

  • ✔ Tingkat harga mana yang Anda targetkan.
  • ✔ Apa yang diperhatikan pengguna di tingkat harga tersebut.

Tingkat harga yang berbeda = psikologi pelanggan yang sama sekali berbeda.

(2) Profil Pengguna Sasaran

Definisikan atribut penting seperti:

  • Jenis kelamin.
  • Rentang usia.
  • Frekuensi penggunaan.
  • Kebiasaan belanja (mencari nilai vs. berorientasi kualitas).

Semakin tajam profil pengguna Anda, semakin jelas keputusan Anda tentang gaya listing, gambar, copywriting, dan variasi produk.

(3) Pembagian Berdasarkan Skenario

Setiap produk Shopee harus menjawab pertanyaan ini:

"Pada momen spesifik apa pelanggan membutuhkan ini?"

Bukan "perkakas dapur," tetapi:

  • Mencegah talenan tergelincir.
  • Membersihkan minyak dengan mudah.
  • Mengkategorikan barang di pantry.
  • Mengurangi kekacauan di meja dapur.
  • Membuat memasak lebih efisien.

Setelah Anda memecah skenario, Anda mendapatkan kemampuan untuk:

  • ✔ Membuat gambar utama yang lebih menarik diklik (gambar skenario terasa relatable).
  • ✔ Menulis copywriting yang lebih tajam dan persuasif (memecahkan masalah mikro yang spesifik).
  • ✔ Memilih versi produk yang lebih baik (sesuai dengan skenario yang tepat).

4️⃣ Diferensiasi Sejati Berasal dari Ulasan "Puas Tapi Tidak Sempurna"

Kebanyakan penjual hanya menatap ulasan negatif.
Tetapi inilah kenyataannya:

Kelemahan di seluruh kategori jarang menawarkan peluang diferensiasi yang nyata.
Mereka biasanya:

  • Terlalu mahal untuk diperbaiki, atau
  • Secara teknis tidak mungkin pada titik harga itu.

Wawasan diferensiasi terbaik sebenarnya berasal dari ulasan bintang 4—ulasan di mana pembeli puas, tetapi masih menginginkan "satu hal lagi."

Contoh:

  • "Kotak penyimpanan ini bagus... tapi akan lebih baik lagi jika ada lapisannya."
  • "Semprotannya bekerja dengan baik, tapi botolnya terlalu kecil."
  • "Jas hujannya bagus, tapi agak kurang praktis saat dipakai dan dilepas."
  • "Pengaitnya bagus, tapi terkadang jatuh."

Mengapa pendekatan ini berhasil:

  • ✔ Pengguna sudah bersedia membeli.
  • ✔ Penyesalan kecil mereka mengungkapkan titik diferensiasi yang mudah.
  • ✔ Kebutuhan mikro ini seringkali memiliki persaingan rendah dan potensi margin tinggi.

5️⃣ Bagaimana Memvalidasi Apakah Sebuah Produk Shopee Layak Dijalankan

Langkah 1: Biarkan Pengguna Asli Mengujinya

"Pengguna asli" berarti seseorang yang:

  • Pernah menggunakan produk sejenis sebelumnya.
  • Menggunakannya secara sering.
  • Memperhatikan kekurangan dan detail kecil.

Tanyakan pada mereka:

  • Apa yang terasa tidak nyaman atau menyebalkan?
  • Apa yang terasa mengejutkan dan memuaskan?
  • Apa yang akan mereka keluhkan?

Umpan balik dari kehidupan nyata ini jauh lebih akurat daripada menebak-nebak dari balik layar.

Langkah 2: Validasi Hipotesis Anda dengan Data

Dengan menggunakan alat data seperti Shopdora, Anda dapat mengonfirmasi:

  • Apakah permintaan pencarian stabil atau meningkat.
  • Apakah kategorinya terlalu kompetitif.
  • Apakah produknya musiman atau jangka panjang.
  • Apakah rentang harganya masih menyisakan ruang untuk keuntungan.

Keputusan produk yang baik datang dari kombinasi wawasan manusia + validasi data.

Pikiran Terakhir

Pada intinya, riset produk hanyalah proses memahami orang.
Produk bisa menjadi tidak musiman. Traffic bisa berfluktuasi. Aturan Shopee bisa berubah.
Tetapi orang tidak tiba-tiba meninggalkan kebiasaan atau kebutuhan mereka.

Kunci sebenarnya dalam memilih produk Shopee bukanlah mengejar tren yang meledak-ledak—melainkan mengidentifikasi momen, emosi, dan kefrustrasian kecil yang memicu permintaan nyata.

Dan di sinilah data paling penting:
Data membantu Anda mengonfirmasi apakah kebutuhannya nyata, apakah jangka panjang, dan apakah menguntungkan.

Riset produk bukanlah perjudian.
Itu adalah studi mendalam tentang orang.

Pahami orang, dan Anda akhirnya akan memahami pemilihan produk.

Shopdora
Alat Analitik Shopee Terbaik

Coba Gratis
Advertisement