Riset Produk Shopee untuk Pemula

Saat baru memulai di dunia e-commerce, riset produk sering terasa seperti tembok besar yang memisahkan "tidak ada penjualan" dan "akhirnya mulai laku". Tapi inilah kebenaran yang saya pelajari dari pengalaman langsung mengelola toko Shopee dan melatih para pemula:

Pasar hanya dipenuhi dua jenis penjual — pemula total dan veteran berpengalaman.
Dan tugasmu? Temukan pintasan yang memungkinkanmu bersaing tanpa menghabiskan berbulan-bulan untuk mencoba-coba secara membabi buta.

Mari kita bahas cara melakukannya dengan pendekatan yang praktis, ramah pemula, dan berbasis data.

Cara Mengambil Pintasan (Tanpa Tebak-Tebakan atau Spekulasi)

Jika kamu menemukan produk yang sudah berkinerja baik di toko penjual veteran, inilah kenyataan pahitnya:

➡️ Kamu mungkin tidak akan bisa mengalahkan mereka.

Mengapa? Karena:

  • Mereka sudah memiliki volume penjualan tinggi.
  • Listing mereka punya performa historis yang kuat (berat/otoritas).
  • Mereka punya keunggulan "produksi lubang" (pit production).

Jadi, alih-alih bertarung dalam pertempuran yang sudah kalah, gunakan pendekatan yang lebih cerdas ini:

A. Tiru hanya produk *baru* dari penjual veteran

Saya beri contoh dari pengalaman saya sendiri sebagai penjual lama. Di tim kami, setiap produk baru yang diluncurkan melalui validasi data ketat — permintaan pasar, skor persaingan, peluang kata kunci, dan potensi tingkat klik.

Ketika penjual veteran mengunggah produk baru:

  • Produk itu punya potensi yang didukung data.
  • Produk itu memiliki penjualan historis nol, artinya tidak ada keunggulan berat.
  • Kamu bisa bersaing di lapangan yang setara.

🚀 Jangan tiru produk terlaris mereka. Tiru rilis terbaru mereka.

B. Metode tercepat untuk pemula: Tiru pemula yang sukses

Ini bahkan lebih efektif. Jika kamu melihat sesama pemula (usia toko 1–2 bulan) mengunggah produk baru dan tiba-tiba produk itu mendapat penjualan dalam beberapa hari...

Tanyakan pada dirimu: "Kenapa bukan saya?"

Ini biasanya berarti:

  • Mereka menemukan ceruk yang persaingannya rendah.
  • Produk itu secara alami punya permintaan.
  • Peringkat masih segar dan bisa diraih.

👉 Buat listing yang sama — tapi lakukan dengan lebih baik.

  • Tingkatkan kualitas gambar.
  • Tingkatkan halaman produk.
  • Turunkan sedikit harganya.

Seringkali, "ketukan keberuntungan" mereka bisa menjadi terobosan pertamamu juga.

Logika Sebenarnya di Balik Mendapatkan Pesanan

Anggaplah kamu mengikuti strategi di atas — menganalisis produk baru dari veteran, melacak item tren dari pemula, dan mengunggah 10+ item berkualitas per hari.

Apakah kamu akan otomatis dapat pesanan?

Tentu saja tidak.
Kamu perlu mempertimbangkan dua faktor penting untuk membuatnya berhasil.

1. Apa yang membuat listing-mu lebih baik daripada pesaingmu?

Banyak pemula salah berasumsi: "Jika produk mereka laku, produk itu akan laku juga di tokoku."

Tapi:

  • Gambarmu lebih jelek.
  • Hargamu lebih mahal.
  • Deskripsimu berantakan.
  • Detailnya kurang.
  • Kamu tidak mengoptimalkan apa pun.

Jika kamu tidak lebih unggul dari pesaing, mengapa pembeli harus memilihmu?

Jadi pertanyaan pertamanya adalah:

✨ Apa keunggulan listing-mu dibandingkan milik mereka?
Ini adalah fondasinya.

2. Pahami logika distribusi traffic Shopee: Berat dan "Mekanisme Balap Kuda"

Bahkan jika pesaing baru mulai dua minggu lebih awal dan mendapat 8–15 pesanan per hari, listing mereka sudah memiliki berat.

Untuk melampaui mereka, kamu harus:

  • Mencapai CTR (tingkat klik) yang lebih tinggi.
  • Mencapai CVR (tingkat konversi) yang lebih tinggi.
  • Memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik secara keseluruhan.

Lalu muncul mekanisme kunci kedua:

"Mekanisme Balap Kuda" Shopee
Shopee sering mendistribusikan sejumlah traffic acak untuk menguji listing baru. Inilah mengapa kamu terkadang melihat:

  • Tidak ada traffic kemarin.
  • Tiba-tiba melonjak hari ini (misalnya, 50 klik).

Ini adalah sistem yang bertanya: "Bisakah listing ini bersaing?"

Jika performamu buruk:

  • Traffic akan dialihkan ke orang lain.

Jika performamu kuat:

  • Shopee terus memberi makan traffic.
  • Kamu secara bertahap mendapatkan peringkat yang stabil.
  • Listing mulai berkembang.

Beginilah pertumbuhan nyata terjadi.

Apa yang mempengaruhi konversimu di luar optimasi dasar?

Di luar gambar yang kuat, harga, dan deskripsi, hal-hal ini juga penting:

  • Posisi listing (peringkat).
  • Apakah kamu menarik traffic luas atau traffic tertarget.
  • Responsivitas layanan pelanggan.
  • Kualitas layanan (kecepatan pengiriman, komunikasi).
  • Kualitas dan konsistensi ulasan.

Saat traffic acak "balap kuda" mendarat di listing-mu, Shopee mengevaluasi semuanya:

CTR tinggi + CVR tinggi + pengiriman cepat + layanan baik + ulasan positif = Distribusi traffic berkelanjutan yang lebih tinggi

Beginilah cara sebuah produk benar-benar tumbuh — bukan hanya dengan memilih barang bagus, tapi dengan membuktikan kamu bisa mengungguli pesaing.

Shopdora
Alat Analitik Shopee Terbaik

Coba Gratis
Advertisement