2026.06.01 India Mulai Berlakukan Bea Keluar Bensin Rp1,5 per Liter per Juni

India Mulai Berlakukan Bea Keluar Bensin Rp1,5 per Liter per Juni
Pemerintah India mengumumkan pemberlakuan tarif bea keluar baru untuk bahan bakar bensin sebesar 1,5 rupee per liter mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini dievaluasi setiap dua minggu berdasarkan fluktuasi harga minyak dunia. Penting dicatat bahwa perubahan ini hanya berlaku untuk ekspor, sementara tarif bahan bakar domestik tetap tidak berubah. Langkah ini akan berdampak langsung pada perdagangan minyak olahan di India, yang merupakan salah satu eksportir utama produk minyak bumi di kawasan Asia.
Ekspor Minyak Sawit Malaysia Turun 8,8% pada Mei
Data terbaru menunjukkan ekspor minyak sawit Malaysia pada Mei 2026 mencapai 1.280.897 ton, menurun 8,8% dibandingkan periode sebelumnya. Sebagai negara produsen dan eksportir minyak sawit global utama, penurunan ini dipengaruhi oleh faktor permintaan luar negeri, logistik, dan kondisi pasar yang bergejolak. Perubahan data ekspor ini akan memengaruhi pasokan dan harga minyak nabati di pasar internasional. Bagi pelaku industri makanan dan kosmetik di Asia Tenggara, situasi ini perlu diwaspadai untuk antisipasi kenaikan biaya bahan baku.
SF Express dan Pos Vietnam Kerja Sama Bangun Logistik Lintas Batas Digital
SF Express Technology, SF Express Vietnam, dan Pos Vietnam menandatangani nota kesepahaman untuk mengintegrasikan kemampuan rantai pasok AI ke dalam proses transformasi digital Pos Vietnam. Ketiga pihak akan membangun jaringan logistik lintas batas 'udara-ke-darat' China-Vietnam, merancang jalur perdagangan khusus, dan mengoptimalkan pengiriman last-mile. Proyek ini mencakup optimasi rantai pasok berbasis AI, gudang pintar, dan manajemen drone ketinggian rendah. Bagi penjual lintas batas, kolaborasi ini menjanjikan pengiriman yang lebih cepat dan efisien antara China dan Vietnam.
India Hapus Sementara Bea Impor Kapas, Saham Tekstil Melonjak
Pemerintah India mengumumkan penghapusan sementara bea masuk impor kapas mulai Senin ini hingga 31 Oktober 2026, guna meningkatkan pasokan bahan baku bagi industri tekstil. Langkah ini memicu kenaikan saham produsen tekstil besar: Vardhman Textiles naik 7,8%, Trident naik 5,7%, Welspun Living naik 5,8%, KPR Mill naik 4,4%, dan Kitex Garments naik 3,5%. Bagi eksportir garmen dan tekstil ke India, kebijakan ini membuka peluang impor kapas dengan biaya lebih rendah, yang bisa menekan harga jual produk akhir dan meningkatkan daya saing.