2026.06.10 Malaysia Ekspor Minyak Sawit Capai 427 Ribu Ton pada Awal Juni

Malaysia Ekspor Minyak Sawit Capai 427 Ribu Ton pada Awal Juni
Data pada 1-10 Juni 2026 mencatat ekspor minyak sawit Malaysia sebesar 427.255 ton. AmSpec melaporkan 376.971 ton dalam periode yang sama, naik 4,87% dibandingkan bulan sebelumnya. MPOB sebelumnya menyebutkan ekspor Mei sebesar 1,106 juta ton, turun 14,5% akibat persaingan harga dari Indonesia. Mulai 1 Juni, Indonesia mengontrol ekspor melalui perusahaan negara, memicu peningkatan pasokan. Analis memperkirakan ekspor Juni akan pulih karena harga yang lebih rendah mendorong pembelian kembali. Bagi penjual lintas batas, fluktuasi harga bahan baku ini perlu diantisipasi dalam strategi pasokan produk.
Indonesia Perketat Regulasi Kosmetik, Wajib Sertifikasi Halal Mulai Oktober
Indonesia akan memberlakukan kewajiban sertifikasi halal untuk kosmetik mulai 17 Oktober 2026. BPJPH telah merilis draf sistem jaminan halal yang mewajibkan pengawas halal, larangan bahan babi, dan lini produksi terpisah. BPOM juga menyita lebih dari 2,08 juta produk kosmetik ilegal (senilai Rp 27,6 miliar), banyak yang masuk melalui jalur tidak resmi dari China ke platform e-commerce. Pelaku bisa dihukum maksimal 12 tahun penjara atau denda Rp 5 miliar. Importer harus segera memeriksa formula dan sumber bahan baku untuk memenuhi kepatuhan ganda.
Aturan Baru Indonesia: Penjual Tanpa Izin Usaha Wajib Tutup dalam 6 Bulan
Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 19 Tahun 2026 telah berlaku, mewajibkan platform e-commerce menolak pendaftaran penjual tanpa izin usaha atau NIB. Penjual yang sudah terdaftar namun belum memiliki izin diberikan masa transisi 6 bulan. Setelah itu, platform harus menghentikan akses transaksi mereka. Aturan ini mengisi celah penegakan hukum sebelumnya. Penjual lintas batas tanpa badan usaha lokal harus segera mengurus perizinan di Indonesia atau bekerja sama dengan entitas lokal yang patuh, agar tidak dihapus dari platform utama.
Ekspor Chip Malaysia Diproyeksikan Tembus US$197 Miliar Tahun Ini
Malaysia Semiconductor Industry Association (MSIA) menyatakan, berkat permintaan semikonduktor yang berkelanjutan dan kinerja produksi yang kokoh, ekspor produk listrik dan elektronik Malaysia pada 2026 diperkirakan menembus 800 miliar ringgit (sekitar US$197 miliar). Semikonduktor menyumbang sekitar 65% dari total ekspor tersebut. Presiden MSIA, Dato' Seri Wong Siew Hai, mengatakan momentum pertumbuhan tidak akan melambat dan ekspor tahun ini berpotensi mencetak rekor baru. Pada 2024, ekspor sektor ini mencapai 601 miliar ringgit, lalu naik menjadi 711 miliar ringgit pada 2025. Bagi penjual lintas batas, pertumbuhan ini menandakan permintaan tinggi untuk komponen elektronik di pasar Malaysia.